Search

Proses Digital Onboarding di Perbankan



Bank dan lembaga keuangan lainnya kini telah mendorong pengguna layanan mereka untuk menggunakan cara-cara digital dalam mengakses layanannya. Hal ini semakin bisa dilihat saat pandemi kemarin. Pada saat pandemic melanda banyak negara, kebutuhan untuk bisa mengakses layanan perbankan secara digital semakin mendesak. Lockdown yang diterapkan di banyak tempat mendorong pemanfaatan layanan digital tanpa kontak.


Suatu studi telah menunjukkan bahwa banyak orang kini lebih memilih melakukan pembayaran melalui aplikasi seluler atau situs web telah meningkat sebanyak 50% di tahun 2020. Sebagian besar memilih dompet digital atau kartu kredit tap-to-go. Fakta ini setidaknya telah menunjukkan bahwa pembayaran tanpa kontak langsung telah jauh meningkat.


Dengan demikian, bank telah menghadapi suatu tantangan. Bank didorong untuk melengkapi diri mereka dengan penyesuaian kepada minat banyak orang saat ini. Kebanyakan orang kini cenderung memilih layanan yang cepat dengan pemanfaatan internet. Oleh karena itu, dalam segi digitalisasi, bank tidak boleh kalah. Misalnya dapat dilakukan digital onboarding pada layanan perbankan.


Digital Onboarding dalam Perbankan

Digital Onboarding dapat diartikan sebagai suatu proses otomatis untuk memperkenalkan pelanggan baru ke dalam sistem dan memberikan mereka akses ke produk, layanan dan fasilitas tertentu. Proses ini akan menghadirkan layanan yang cepat, sederhana namun tetap aman dengan pemanfaatan internet. Digital Onboarding yang baik mampu menghilangkan pekerjaan-pekerjaan membosankan seperti mengisi formulir dan mengirimkan dokumen.


Proses digital onboarding dapat menggunakan platform online yang dikembangkan sendiri oleh bank ataupun outsourced dari platform digital onboarding. Namun yang pasti, melalui digital onboarding nasabah tidak perlu lagi harus melakukan semua pekerjaan yang sebelumnya dilakukan dengan manual. Misalnya, nasabah tidak perlu lagi ke bank secara fisik untuk membuka rekening bank. Proses yang biasanya membutuhkan waktu lama tersebut, melalui digital onboarding, dapat dipangkas ke dalam hitungan menit.


e-KYC dan Digital Onboarding

Manfaat yang dapat dirasakan tersebut mungkin terjadi dengan teknologi mutakhir dan electronic Know Your Customer (eKYC). Proses eKYC membantu suatu perusahaan melakukan verifikasi identitas nasabah dan melihat profilnya secara jarak jauh. eKYC ini dilakukan oleh para bank untuk mencegah tindakan penipuan, pencucian uang, pendanaan teroris dan kejahatan lainnya.


Proses onboarding adalah awal yang menentukan bagaimana hubungan bank dengan nasabah dapat dibangun. Pentingnya proses ini karena dapat menentukan seseorang akan menyelesai proses dan memilih bank atau malah meninggalkan bank dan melakukannya di tempat lain. Dalam proses digital boarding setidaknya hanya diperlukan foto selfie dan kartu identitas untuk kemudian diverifikasi sebelum mendapatkan akses ke produk atau layanan tertentu.


Digital Onboarding berkaitan erat dengan eKYC dalam mengidentifikasi calon pelanggan. Oleh karena prosesnya dilakukan secara digital, proses digital onboarding mengandalkan data biometric dengan AI dan data kependudukan. Misalnya saja, untuk IdentifAi sendiri sebagai penyedia layanan eKYC telah bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dalam pemanfaatan data kependudukan.


Bank dapat mengoptimalkan digital onboarding dengan melakukan integrasi melalui pemanfaatan biometric dan Artificial Intelligence (AI), seperti yang misalnya dilakukan oleh IdentifAI sebagai eKYC service yang mengandalkan AI bersama dengan Liveness Detection dan Optical Character Recognizer.


Tantangan dalam Proses Digital Onboarding

Untuk dapat melakukan digital onboarding yang baik, banyak tantangan yang dapat muncul. Bank memerlukan proses yang terstruktur dengan baik. Bank harus bisa menyingkirkan cara-cara lama yang digunakan di masa lalu. Proses digital onboarding harus dibuat dengan mengutamakan kenyamanan. Artinya perlu dibuat sistem yang tidak terlalu birokratis namun sangat cepat jika ingin tetap relevan bagi para nasabahnya.


Selain itu, bank juga harus mampu beradaptasi dengan kebiasaan para nasabah bank dan terus meningkatkan layanannya. Hal ini perlu karena permintaan untuk mendorong kegiatan perbankan semakin ke arah aktivitas virtual kian membesar. Oleh karena itu, bank harus mampu memfasilitasi kebutuhan ini dan tentunya menciptakan kegiatan perbankan yang aman.


Bank juga harus bisa siap dari risiko utama seperti data yang tidak terenkripsi, malware dan kejahatan lainnya. Penipu memangsa kebiasaan privasi nasabah yang buruk. Misalnya saja kata sandi yang buruk dan lemah, bisa dimanfaatkan oleh penjahat untuk login dan melakukan kejahatan. Digital onboarding berfokus pada proses yang lancer dengan menawarkan keamanan yang terjamin. Perbankan harus bisa menjaga keandalan dan kepercayaan nasabahnya.


Solusi Digital Onboarding

Bank dituntut untuk memanfaatkan teknologi mutakhir untuk bisa melakukan digital onboarding. IdentifAi dapat membantu Anda untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Platform ini IdentifAI hadir untuk mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan seperti Face Biometrik. Anda tidak perlu ragu karena IdentifAI telah menjalin kerjasama dengan berbagai institusi seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), OJK, dan asosiasi industri.


Tidak dapat dipungkiri, proses pada layanan perbankan memerlukan pemanfaatan teknologi AI, OCR, Face Biometrik untuk mengamankan sistem Electronic Know Your Customer (eKYC) dengan efisien dan aman. Teknologi biometrik, seperti yang dikembangkan oleh IdentifAI dapat menjadi jawaban bagi mereka yang mencari sistem yang dapat diandalkan.


Liveness Detection IdentifAi sebagai sistem dapat mendeteksi apakah objek dalam proses digital onboarding merupakan objek yang hidup atau malah objek mati. Oleh karenanya, Liveness detection miliki IdentifAi bisa membedakan apakah suatu objek adalah video, manusia bertopeng atau memang benar-benar manusia.


Sedangkan, untuk Optical Recognition (OCR) menjadikan sistem mampu mengidentifikasi teks dalam gambar digital menjadi teks. Fitur yang disediakan IdentifAI ini akan memudahkan pelayanan karena tidak perlu ada lagi input data secara manual.


Selanjutnya adalah Face Recognition, untuk mengenali seseorang dari wajah sebagai identitas unik tiap individu. Melalui Face Recognition akan dilakukan verifikasi dengan data yang dimiliki oleh pemerintah. Pada layanan IdentifAi dilakukan pula otomatisasi input data pribadi dan termasuk pengambilan foto identitas untuk proses pencocokan.


Solusi yang dihadirkan IdentifAI tidak hanya memperkuat infrastruktur perbankan tetapi juga membantu melindungi profil perbankan individu, sehingga terhindar dari risiko pencurian identitas dan penipuan. Untuk mempelajari selengkapnya, Anda dapat mengklik tautan berikut ini.


4 views0 comments