Search

Perkembangan Teknologi Biometrik Pada Bank Digital



Dunia perbankan saat ini tengah mengalami proses perkembangan yang pesat. Perkembangan teknologi yang pesat membuat banyak hal konvensional dalam perbankan tergantikan. Misalnya saja, posisi teller bank bisa berpotensi hilang karena tergantikan digitalisasi. Dari data OJK, diketahui sampai Agustus 2021 terdapat 2593 kantor cabang bank yang sudah tutup. Fenomena ini diduga karena sektor perbankan mengalami transformasi bisnis teknologi digital.


Menteri Keuangan RI dalam satu kesempatan mengatakan “Saya melihat teknologi digital akan tumbuh luar biasa. Karena generasi muda terbiasa hidup dengan digital jadi buat mereka pergi ke bank tidak lagi bertemu langsung dengan teller. Itu striking very fast by 2045.”


Fenomena ini memang sudah terjadi pula di Eropa. Pemeriksaan terhadap nasabah untuk perlindungan identitas menjadi isu yang terus diperbincangkan dalam upaya perbaikan layanan perbankan. Salah satu segi layanan yang sedang bertransformas dalam dunia perbankan adalah pengggunaan teknologi biometrik.


Pemanfaatan Teknologi Biometrik oleh Bank

Seiring berjalannya waktu, lahir banyak bank di Indonesia yang mencoba mengoptimalkan pemanfaatan perkembangan digital. Kehadiran bank-bank tersebut mencoba menjawab persoalan keamanan yang terus menjadi tantangan bagi dunia perbankan.


Optimalisasi pemanfaatan teknologi dibutuhkan untuk kemudahaan, mulai dari akses, pelayanan dan sistem informasi, bagi customer. Pengalaman kemudahan untuk customer tentunya akan berdampak pada citra penyedia jasa keuangan yang menjamin kenyamanan dan kualitas untuk customernya.


Oleh karenanya, bank-bank semakin mempertimbangkan teknologi biometrik dalam layanan mereka. Biometrik menjadi salah satu metode mencocokan yang didasarkan pada sifat fisik yang unik dan sifat perilaku. Penerapan teknologi biometrik ini akan mengotomatisasi proses verifikasi calon nasabah dan akuisisi nasabah tanpa perlu melakukan tatap muka karena bisa dilakukan secara online.


Teknologi untuk identifikasi memang terus berkembang, dan kemajuan inilah yang harus terus diikuti oleh penyedia jasa keuangan seperti bank-bank digital. Identifikasi melalui PIN atau password dapat saja terlupakan oleh penggunanya. Selain itu, identifikasi seperti itu telah berisiko untuk dapat ditebak atau diakses oleh orang yang tidak berhak, karenanya seringkali terjadi kasus pencurian uang di ATM.


Oleh karenanya, identifikasi kini telah berkembang untuk mengandalkan informasi unik yang melekat pada tiap individu. Kemunculan teknologi biometrik lahir dari mengandalkan sidik jari manusia sampai pada akhirnya dapat dilakukan identifikasi melalui mata dan wajah. Pemanfaatan teknologi biometrik diharapkan dapat menjadi solusi untuk kelemahan proses identifikasi yang konvensional, seperti PIN atau password.


Bagi nasabah, teknologi biometrik memberi kemudahan tersendiri. Teknologi ini lebih mudah dan nyaman karena tidak perlu dihafal, tidak akan hilang, tidak bisa ditiru, dan tidak bisa dicuri karena hal itu berada di dalam diri kita.

Selain itu, pengalaman nasabah dalam menggunakan layanan yang telah berkembang menjadi lebih baik akan menambah rasa percaya nasabah ke perbankan. Artinya, pemanfaatan biometrik yang baik akan meningkatkan citra perusahaan.


Biometrik dalam e-KYC sebagai Pengganti yang Lebih Hemat dan Unggul

Teknologi biometrik ini kemudian dimanfaatkan dalam electronic Know Your Customer (e-KYC). Hal ini karena memang dalam prosedur e-KYC, proses pertemuan secara langsung atau tatap muka telah ditiadakan. Oleh karena itu, penerapan e-KYC dengan pemanfaatan biometrik telah menjamin verifikasi yang cepat namun tetap aman.


Teknologi biometrik telah memungkinkan untuk melakukan identifikasi customer berdasarkan karakteristik atau keunikan yang melekat padanya. Inilah yang membuat teknologi biometrik dianggap lebih reliable dibandingkan proses identifikasi yang umum dilakukan sebelumnya.


Verifikasi pada akhirnya tidak perlu lagi dilakukan dengan memakan waktu yang lama. Pada titik ini, E-KYC memungkinkan nasabah lebih efisien dengan mengurangi tatap muka langsung dan meminimalisasi antrian. Contoh pemanfaatan dari e-KYC adalah saat ada seseorang yang ingin membuka rekening baru. Nasabah tidak lagi perlu datang ke bank dengan membawa setumpuk dokumen yang mungkin saja berisiko hilang. Dengan e-KYC, nasabah dapat melakukan pembukaan secara digital, proses inilah yang disebut digital onboarding.


Contoh di atas telah menunjukkan bahwa e-KYC ini pada akhirnya bermanfaat meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kemudahan proses pengenalan pelanggan atau nasabah dengan proses yang kini sepenuhnya digital. Dengan demikian tingkat kesalahan manusia dapat dihindari dan dapat menghasilkan output yang akurat dan presisi.


Selain itu, penerapan eKYC tidak hanya mengurangi biaya yang biasa digunakan untuk proses verifikasi dan identifikasi calon pelanggan atau nasabah, namun juga tidak menghabiskan kertas untuk cetak formulir. Penggunanya tidak perlu lagi memikirkan biaya transportasi untuk pengiriman dokumen karena semua bisa dilakukan secara daring.


IdentifAI dapat membantu memecahkan berbagai permasalahan yang saat ini terjadi dan juga di masa depan. Platform ini hadir untuk terus mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan seperti Face Biometrik. Anda tidak perlu ragu karena IdentifAI telah menjalin kerjasama dengan berbagai institusi seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), dan OJK..


Tidak dapat dipungkiri, proses penyedia jasa keuangan seperti fintech dan perbankan memerlukan pemanfaatan teknologi Face Biometrik untuk mengamankan sistem Electronic Know Your Customer (eKYC) dengan efisien dan aman. Teknologi biometrik, seperti yang dikembangkan oleh IdentifAI dapat menjadi jawaban bagi mereka yang mencari sistem yang dapat diandalkan.


Teknologi Biometrik IdentifAI tidak hanya memperkuat infrastruktur perbankan tetapi juga membantu melindungi profil perbankan individu, sehingga terhindar dari risiko pencurian identitas dan penipuan. Untuk mempelajari selengkapnya, Anda dapat mengklik tautan berikut ini.


5 views0 comments