Search

e-KYC, Proses Verifikasi Mudah untuk Mengenali Nasabah/Pelanggan Dengan Lebih Akurat!

Updated: Aug 9


e-KYC, Proses Verifikasi Mudah untuk Mengenali Nasabah/Pelanggan Dengan Lebih Akurat!
e-KYC, Proses Verifikasi Mudah untuk Mengenali Nasabah/Pelanggan Dengan Lebih Akurat!

Proses verifikasi selalu menjadi kesan pertama yang dilihat oleh pelanggan dengan penyedia layanan perbankan dan keuangan lainnya. Sederhananya, proses ini sangat penting untuk menentukan pengalaman klien secara keseluruhan dengan bank atau penyedia layanan keuangan. Selain itu, proses untuk mengetahui siapa customer Anda sangat penting di hari ini. Proses ini juga termasuk mengumpulkan data (KYC) yang memegang kunci dalam pengelolaan akun secara berkelanjutan.

Saat ini, dengan adanya peraturan untuk melakukan verifikasi, seluruh layanan keuangan mendapatkan mandat peraturan untuk melakukan proses KYC melalui otentikasi biometrik secara elektronik. Proses verifikasi yang dilakukan elektronik ini dinamakan dengan e-KYC.

e-KYC memastikan pelanggan untuk tidak lagi mengisi dokumen yang banyak atau menunggu waktu yang lama untuk membuka rekening. Pelanggan tidak perlu lagi mengantri di bank untuk menyerahkan dokumen dan membuang waktu dan tenaga untuk melakukan proses lainnya yang sangat melelahkan. Dengan adanya e-KYC yang dibutuhkan hanyalah beberapa menit dan beberapa detail dasar dan Anda sudah bisa menikmati layanan tersebut.


Apa itu e-KYC?

Electronic Know Your Customer atau E-KYC adalah proses verifikasi data nasabah/pelanggan dengan memanfaatkan teknologi guna meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Secara sederhana, e-KYC adalah proses verifikasi yang dilakukan tanpa kertas untuk melakukan konfirmasi identitas seseorang secara daring memanfaatkan perkembangan teknologi.


Perbedaan proses KYC dan eKYC

Pada proses KYC, biasanya customer datang ke kantor pelayanan, mengambil tiket dan menunggu antrian untuk dilayani oleh petugas. Setelah mendapat giliran, customer mengisi formulir yang disediakan dan petugas pelayanan melakukan verifikasi informasi dengan dokumen kependudukan seperti KTP, SIM, Paspor dan lainnya.


Proses tersebut menjadi tidak efisien karena membutuhkan biaya operasional yang lebih tinggi dikarenakan membutuhkan sumber daya manusia, ruang dan waktu. Berbeda dengan proses eKYC yang lebih efisien dan cepat, dimana meniadakan proses tatap muka langsung saat verifikasi sehingga customer hanya mengakses website online / aplikasi layanan, mengambil foto KTP, mengambil gambar selfie / swafoto untuk proses pencocokan wajah dan selanjutnya proses pencocokan data.


Baca juga: Perbedaan eKYC vs KYC untuk Banking dan Fintech


Proses ini dinilai sangat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan dokumentasi yang sangat rumit. Dengan EKYC, prosedur yang sebelumnya membutuhkan waktu berminggu-minggu dapat diselesaikan dalam hitungan jam, sehingga meningkatkan efisiensi.


Pada konteks Lembaga Jasa Keuangan (LJK) e-KYC dilakukan dengan tujuan:

  • Verifikasi identitas pelanggan

  • Memahami sifat aktivitas pelanggan (tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa sumber dana pelanggan adalah sah)

  • Menilai risiko pencucian uang yang terkait dengan pelanggan tersebut untuk tujuan memantau aktivitas pelanggan


Pentingnya e-KYC Dalam Mengenal Customer

Penyedia layanan keuangan, baik itu perbankan atau asuransi, memiliki mandat dan tanggung jawab untuk mengidentifikasi, memahami, dan menegosiasikan risiko pelanggan sebelum memberikan layanan kepada mereka. Mengapa hal ini sangat penting diperhatikan? Jawabannya adalah untuk mengetahui detail yang lebih mendalam serta dengan akurasi tinggi mengenai kategori pelanggan yang akan menggunakan layanan Anda.

Di dalam KYC Ada tiga Proses Due Diligence:

  • Simplified Due Diligence (“SDD”) adalah proses verifikasi di mana di mana risiko pencucian uang atau pendanaan teroris rendah dan CDD penuh tidak diperlukan.

  • Basic Customer Due Diligence ("CDD") adalah informasi yang diperoleh semua pelanggan untuk memverifikasi identitas pelanggan dan menilai risiko yang terkait dengan pelanggan tersebut.

  • Enhanced Due Diligence ("EDD") adalah informasi tambahan yang dikumpulkan untuk pelanggan berisiko tinggi untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang aktivitas pelanggan untuk memitigasi risiko terkait.

Bisnis apa saja yang memerlukan aplikasi ekyc?

Pada dasarnya, semua bisnis / lembaga yang memerlukan proses verifikasi dalam bertransaksi seperti perubahan data, penggantian kartu hilang, penarikan atau pengajuan dana, permohonan, pendaftaran dan lainnya dapat memanfaatkan penerapan e-KYC. Berikut adalah contoh bisnis yang perlu memanfaatkan eKYC:


Jasa & Industri Keuangan

Bank dan Fintech adalah layanan keuangan yang telah menggunakan eKYC dan telah diawasi secara hukum. Sumber hukum yang menjadi standarisasi jalannya e-KYC di Indonesia yaitu:

  • POJK Nomor 12-POJK.01-2017 tentang Penerapan Program APU PPT di Sektor Jasa Keuangan.

  • Peraturan Menteri Keuangan Nomor 30/PMK.010/2010 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi Lembaga Keuangan Non-Bank.

  • Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Dari sumber hukum diatas dapat dilihat bahwa sistem ekyc diperlukan mulai saat calon nasabah akan membuka rekening hingga hingga kegiatan transaksi lainnya yang menggunakan proses verifikasi data. Sistem ini juga berfungsi memantau kegiatan transaksi masyarakat untuk menghindari tindak pencucian uang dan tindak kejahatan lainnya yang merugikan.


Asuransi sebagai lembaga keuangan bukan bank diwajibkan untuk menerapkan KYC (Know Your Customer) untuk mencegah tindak kejahatan pencucian uang dan pendanaan terorisme, mencegah terjadi penipuan yang dikarenakan pemalsuan identitas.


Operator Jasa Penyedia Layanan Telekomunikasi

Maraknya kasus kejahatan bermodus SIM Card Swap dimana pelaku mengambil hak milik nomor ponsel / HP yang digunakan untuk melakukan kejahatan. Biasanya pelaku memanfaatkan SIM Card baru dengan tujuan meminta kode OTP perbankan atau jasa keuangan untuk mengambil atau menggunakan kartu kredit nasabah.


Sehingga penerapan ekyc bermanfaat untuk kemudahan otentikasi bagi industri operator digital yang sedang berkembang saat ini dimana pengguna melakukan proses pendaftaran, komplain, penggantian kartu SIM karena hilang dan rusak dilakukan hanya melalui aplikasi.


Digital Onboarding Mendorong Transformasi Digital untuk Customer dan Lembaga Keuangan

Selain menciptakan pengalaman yang berpusat pada konsumen, strategi verifikasi berbasis digital juga membantu industri bank atau perusahaan jual beli online sebagai pendorong terjadinya transformasi digital. Tak hanya itu, Anda juga dapat mengenal konsumen lebih detail dengan adanya proses KYC secara elektronik.


Metode digital untuk para calon pengguna tentunya juga akan memberikan manfaat yang besar terutama pada efisiensi waktu. Contohnya saat melakukan pemeriksaan latar belakang calon penjual dan pembeli dapat dilakukan secara singkat dan di mana saja sehingga Anda dapat membagi diri Anda untuk fokus dalam pekerjaan lainnya.


Apakah Bisnis Anda Perlu Layanan eKYC?

Elektronik Know Your Customer membantu meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat akan keamanan dan pengalaman dalam bertransaksi. Bila bisnis Anda selama ini melakukan proses manual dalam pengenalan konsumen dan ingin meningkatkan kecepatan dan efisiensi dalam verifikasi serta meningkatkan daya saing, Solusi eKYC oleh Nodeflux yakni IdentifAI lembaga yang ditunjuk oleh Dukcapil di bawah KEMENDAGRI sebagai penyelenggara Platform Bersama menjadi pilihan terbaik untuk Anda. COBA DEMO GRATIS!


referensi:

Mengenal Sistem e-KYC: Manfaat dan Keuntungannya di Era Digital


1,086 views0 comments