Search

Digital Onboarding Makin Lancar Dengan OCR


Electronic Know Your Customer (eKYC) terus berkembang sebagai solusi layanan yang memanfaatkan kekuatan Artificial Intelligence (AI), termasuk meminimalkan risiko suatu bisnis dari praktik kecurangan atau kejahatan.


Salah satu contoh layanan yang disediakan ialah Optical Character Recognition (OCR). Lalu, apa sebenarnya itu OCR? Bagaimana keduanya bekerja dalam digital onboarding? Silakan simak penjelasan di bawah ini.


Optical Character Recognition (OCR)

Optical Character Recognition (OCR) merupakan suatu machine learning-based yang digunakan untuk mengekstrak informasi yang terdapat pada Kartu Tanda Penduduk (KTP), mengotomatiskan input data pribadi dan termasuk pengambilan foto identitas untuk proses pencocokan.


Ekstrak informasi data yang dilakukan dengan OCR bermanfaat untuk mengurangi input manual terhadap pendaftaran. Berikut contoh dari alur KTP yang bisa Anda ketahui

  • Image Requirement Check, merupakan tahapan pada saat sistem mengecek gambar sesuai yang diminta misalnya ukuran gambar, resolusi dan kualitas gambar. Pada image size checking dipastikan bahwa KTP tidak lebih dari 2 MB. Sedangkan pada resolution size checking akan dipastikan bahwa KTP memiliki dimensi 300 x 400 px supaya teks dapat terlihat jelas dan dikenali.

  • Penyelarasan KTP, diproses ini sistem akan mendeteksi posisi KTP dan menyesuaikan KTP dengan tampilan depan untuk meningkatkan pengenalan teks.

  • Normalisasi dan Penyesuaian Template, pada proses ini teks yang dikenali akan dikoreksi melalui normalisasi dan pencocokan template untuk memeriksa kemungkinan kata kunci yang cocok dengan database.


Digital Onboarding di Indonesia


Digitalisasi merupakan bagian yang tidak bisa lepas dari perkembangan zaman. Pola hidup masyarakat bergeser menuju ke arah yang serba mudah dengan bantuan-bantuan dari inovasi digital.


Salah satu inovasi digital ini terjadi di berbagai bidang, salah satunya pada sektor keuangan yang terus ingin memberi kemudahan bagi nasabahnya melalui digital onboarding. Dalam dunia perbankan, digital onboarding mengacu pada pengajuan pembuatan rekening yang dilakukan secara digital, dari awal hingga akhir proses. Dalam perkembangannya di Indonesia, digital onboarding memiliki potensi besar untuk makin banyak digunakan di masyarakat. Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor, yaitu:

  • Pengguna Internet di Indonesia yang besar

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah pengguna terbesar dengan pertumbuhan yang tercepat di dunia. Fakta ini membuka peluang banyak platform digital yang membutuhkan sistem pembayaran digital sebagai pendukung. Oleh karena itu, digital onboarding turut dipandang sebagai proses yang sangat diperlukan.

  • Tumbuhnya Generasi Melek Teknologi

Perkembangan teknologi yang pesat melahirkan generasi yang begitu mahir dalam mengulik teknologi. Kelompok ini cenderung ingin terus merasakan serta mengandalkan pengalaman interaksi juga layanan digital dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui digital onboarding.

  • Hadirnya National Payment Gateway (NPG)

Digital onboarding turut didukung penuh oleh Bank Indonesia (BI) dengan harapan mampu mempercepat adopsi pembayaran elektronik di Indonesia. Selain itu, layanan ini diharapkan akan bisa meningkatkan interkoneksi dalam saluran transaksi.


Pemanfaatan OCR dalam Digital Onboarding

Lalu, bagaimana OCR dapat dimanfaatkan dalam digital onboarding yang berpotensi diminati oleh masyarakat Indonesia? Sebelumnya, customer service di bank setidaknya membutuhkan setidaknya 20 menit untuk melayani nasabah baru yang ingin membuka akun. Belum lagi apabila layanan dilakukan di tempat langsung, nasabah terkadang perlu antri terlebih dahulu yang artinya memakan waktu lebih banyak lagi.


Melalui pemanfaatan OCR dalam digital onboarding, semua proses panjang tadi bisa dipercepat dengan cara membuka akun melalui smartphone. Nasabah kini hanya perlu mengambil foto selfie dan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau KTP mereka. Sistem facial recognition di bank akan membantu proses autentikasi dalam mengecek validitas data nasabah.


Dengan sistem tersebut, proses ini bisa terpangkas dengan memerlukan kurang dari 5 menit. Selain itu, melalui pemanfaatan OCR tidak lagi dibutuhkan bantuan customer service namun tetap memiliki proses yang aman.


Digital onboarding berjalan dengan cepat melalui proses yang sistematis. Pada digital onboarding, bank akan memproses data dan mengirim foto KTP yang telah melewati tahapan pengisian data melalui OCR. Platform IdentifAI kemudian melakukan pemeriksaan dan pencocokan wajah dan data di Platform Bersama Dukcapil lalu mengembalikan informasi persentase kesamaan biometric wajah.


Setelah itu, pihak bank menginformasikan kepada nasabah bahwa proses pembukaan rekening atau peminjaman dana telah sukses dilakukan. Pembukaan akun secara online seperti ini sudah banyak dilakukan di Indonesia oleh bank-bank besar, seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Nasional Indonesia (BNI), BCA dan tentunya bank-bank lain akan menyusul menerapkan metode ini.


Seperti yang disinggung di atas, IdentifAi menjadi salah satu official partners dari Platform Bersama Dukcapil yang bisa membantu bisnis memverifikasi dalam proses validasi pengguna mereka dengan Kartu Tanda Penduduk. Anda yang masih penasaran dan ingin mempelajari lebih lanjut bisa mengunjungi tautannya di sini.



9 views0 comments