Search

8 Manfaat e-KYC bagi Proses Digital Onboarding Perbankan

KYC (Know Your Customer) merupakan proses identifikasi dan verifikasi penilaian risiko dalam menganalisis klien atau calon customer. Seiring berkembangnya teknologi digital dengan pesat, KYC pun mengalami transformasi digital menjadi e-KYC atau Electronic Know Your Customer yang penerapannya bersifat wajib dan sudah diatur oleh OJK.


Sederhananya, e-KCY adalah proses identifikasi dan verifikasi yang dilakukan secara digital berbasis face recognition dan biometrik lainnya. Untuk mengenalnya lebih jauh lagi, Anda bisa menyimak penjelasannya di bawah ini!


Apa itu e-KYC?

Sebelum ada e-KYC, sistem KYC dilakukan secara manual dengan melakukan survey atau wawancara terkait customer agar memenuhi standar penilaian. Melalui e-KYC, sistem dapat dilakukan secara digital berbasis face recognition dan sistem biometrik lainnya yang dibutuhkan.


Sistem identifikasi dan verifikasi terhadap calon klien atau customer biasanya dibutuhkan oleh instansi seperti bank atau perusahaan telekomunikasi, untuk menilai risiko calon customer. Untuk dapat menggunakan sistem e-KYC, instansi yang tersebut harus terlebih dahulu memiliki lisensi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).


Setelah lisensi didapatkan, ada beberapa pengaturan keamanan dasar yang harus ditinjau dan disetujui oleh Pemerintah (dalam hal ini OJK) dan kemudian harus diterapkan oleh perusahaan. Faktanya, identifikasi dan verifikasi yang dilakukan e-KYC memiliki keunggulan dan manfaat dibandingkan dengan sistem sebelumnya. Latas apa saja manfaatnya? Mari kita simak bersama di bawah ini:


1. Cepat, Tepat dan Real-time

Karena e-KYC merupakan dampak dari pesatnya perkembangan digital, prosesnya sepenuhnya dilakukan secara online dan digital. Tentu hal ini memberikan dampak baik, seperti dapat dilakukan dengan cepat, prosesnya tepat dan dilakukan secara real-time tanpa harus mengadakan tatap muka secara langsung.


Sebagai calon klien, Anda tidak perlu repot lagi menunggu antrian atau giliran dan juga menunggu konfirmasi karena proses identifikasi dan verifikasi yang membutuhkan waktu. Dari proses yang membutuhkan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu, menjadi hanya beberapa menit saja.


2. Memberikan Kepuasan Pada Pelanggan

Pelayanan KYC yang dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu yang relatif lama, dapat memberikan dampak buruk bagi para pelanggan. Terlebih lagi, pelayanan manual seringkali menimbulkan masalah yang mengharuskan setiap pelanggan melakukan pemberkasan dan proses yang lebih dari satu kali.

Hal tersebut tentu menurunkan tingkat kepuasan pelanggan. Dengan proses e-KYC yang super cepat, dapat meningkatkan kepuasan pada pelanggan. Belum lagi, kondisi yang menuntut untuk setiap bank meningkatkan jumlah nasabahnya jika dibenturkan dengan kepuasaan nasabah, hal tersebut akan sulit untuk dilakukan.


Pada titik ini, e-KYC hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan juga menambah jumlah pelanggan karena rekam jejak pelanggan yang puas akan pelayanan yang diberikan.


3. Mencegah Penipuan

Persoalan ini merupakan isu utama yang harus dihadapi oleh instansi seperti Bank, maraknya penipuan memberikan kerugian yang besar bagi pelanggan, terutama bagi bank itu sendiri. Semenjak pesatnya perkembangan digital dan sistem informasi, praktik penipuan pun berkembang menjadi lebih sistematis mengikuti perkembangan digital itu sendiri.


Sistem e-KYC dapat mencegah penipuan dalam setiap proses perbankan. Hal tersebut disebabkan sistem autentikasi yang dilakukan melalui face recognition memberikan hasil yang unik dan sulit diretas. Teknologi Face Recognition tersebut mencakup, face liveness, OCR, dan integrasi database Dukcapil. Hal ini tentu akan sangat membantu instansi perbankan untuk memperketat keamanan serta menjamin setiap klien untuk tetap aman.


4. Dapat Meningkatkan Pengalaman Pelanggan

Proses e-KYC dapat memberikan peningkatan pengalaman pelanggan, hal tersebut dapat terlihat dari proses yang terjadi sangat cepat dan keamanan yang terjamin. Hal tersebut tentu saja dapat memberikan peningkatan pengalaman pelanggan, bukan hanya dapat meningkatkan kepuasan pelanggan saja.


Bukan hanya itu, e-KYC memberikan proses verifikasi identitas yang lebih efektif. Hal tersebut mendorong banyak perusahaan baik itu bank maupun fintech yang /menerapkan sistem e-KYC. Dampaknya akan memberikan sistem yang lebih sehat dan dapat mengatasi penipuan yang terjadi. Bukan hanya membantu instansi seperti perbankan, e-KYC juga akan dapat membantu meningkatkan pengalaman pelanggan yang menggunakan aplikasi keuangan dan lebih memperketat keamanan dalam bidang fintech.


5. Akses Layanan yang Lebih Fleksibel

Kecepatan proses e-KYC dapat meningkatkan akses layanan yang lebih fleksibel. Terutama semenjak Pandemi Covid-19 yang membatasi banyak ruang gerak yang berimbas pada segala sektor, proses perbankan pun sedikit banyak terganggu terutama dalam proses identifikasi dan verifikasi.


Tuntutan perubahan pun sangat tinggi, layanan yang tidak bisa dilakukan secara langsung berubah secara bertahap menggunakan layanan secara digital berbasis online. Hal ini menunjukan bahwa e-KYC terbukti sebuah solusi yang lebih aman dan terbukti lebih fleksibel. Klien atau customer pun akan lebih mudah melakukan layanan.


6. Mengurangi Penggunaan Kertas

Sejak sistem digital berkembang pesat dan menunjukan manfaatnya, secara perlahan penggunaan dokumen-dokumen berbasis kertas mulai berkurang. Tentu saja hal ini dapat memberikan dampak baik terhadap lingkungan, karena seperti yang kita ketahui, bahwa kertas dibuat dari bahan dasar kayu dari pepohonan.


Sistem e-KYC sendiri hadir dan mendukung penggunaan kertas yang berkurang. Dampak baik dari hal ini tentu saja tidak akan dirasakan dengan cepat, namun secara efektifitas saja pengurangan penggunaan kertas terbukti membantu meningkatkan kepuasan pelanggan dalam segi pelayanan.


7. Mengurangi Risiko Kesalahan dan Kehilangan Dokumen

Berkurangnya penggunaan kertas bukan hanya berdampak pada lingkungan saja, namun juga berdampak baik pada berkurangnya risiko kesalahan dan kehilangan dokumen. Banyak dari nasabah yang harus membuat beberapa dokumen dalam bagian pemberkasan dan siste KYC secara manual.


Seringkali dokumen yang dibuat mengalami banyak kesalahan dan menuntun customer harus melakukan perbaikan. Yang memberatkan lagi, ketika dokumen tersebut hilang. Customer mau tidak mau harus membuat atau mengisi dokumen pengganti.


8. Orientasi Digital dapat Meningkatkan Efektivitas Operasional

Perbankan menyadari pentingnya teknologi digital sebagai media yang kuat untuk meningkatkan keuntungan dan tentu saja meningkatkan pelayanan pelanggan. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan efektivitas operasional perbankan. Integrasi digital dengan proses e-KYC dapat memberikan peningkatan efektivitas operasional. Jelas hal ini dapat memberikan peningkatan dari segala sisi, bagi dari sisi perbankan sebagai instansi dan sisi customer itu sendiri.


Itulah tadi beberapa manfaat yang bisa dirasakan oleh setiap customer dengan penerapan e-KYC. Bukan hanya di pihak customer namun pihak instansi dan yang memberikan layanan pun akan merasakan manfaatnya. Di Indonesia sendiri, penerapan e-KCY yang tengah berkembang, terjadi dengan berbagai cara.


Mulai dari panggilan video, pengiriman foto wajah, mengirim foto eKTP yang terintegrasi dengan OCR, seperti sidik jari, retina dan tanda tangan. Banyak dinamika yang akan terjadi dari proses penerapan e-KCY itu sendiri. Bagi Anda yang tertarik mengikuti perkembangan transformasi digital yang tengah terjadi di Indonesia, Anda bisa mempelajari tentang e-KYC dan sistem berbasis digital lainnya dengan mengunjungi IdentifAI.


Anda bisa berdiskusi dan berbincang dengan para ahli untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak Anda. Anda bisa klik tautan ini, untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan lebih dalam lagi terkait e-KYC dan digital onboarding lainnya.


6 views0 comments