Manfaat EKYC untuk Perusahaan Fintech

Manfaat EKYC untuk Perusahaan Fintech

KYC atau lebih dikenal sebagai Know Your Customer adalah proses untuk mengenali calon pelanggan atau nasabah yang biasanya dilakukan secara manual. Proses KYC sendiri telah diwajibkan oleh Bank Indonesia sesuai pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 3/10/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Pelanggan(Know Your Customer Principles). Pada pasal 1 ayat 2, dijelaskan bahwa KYC adalah “…prinsip yang diterapkan Bank untuk mengetahui identitas nasabah, memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk pelaporan transaksi yangmencurigakan”. Proses Customer Due Diligence atau yang akrab disebut Know Your Customer (KYC) ini harus dilaksanakan guna mencegah dan meminimalisir risiko-risiko penipuan atau penggelapan uang.

KYC yang dilakukan secara manual dinilai masih memiliki beberapa kekurangan antara lain biaya yang cukup besar karena perusahaan perlu melakukan verifikasi identitas pelanggan secara manual mulai dari cetak formulir hingga mengirim dokumen kepada calon pelanggan. Proses KYC manual ini mengharuskan perusahaan menyiapkan anggaran khusus untuk proses KYC sehingga apabila dilakukan untuk ribuan bahkan jutaan pelanggan, biaya yang dikeluarkan bisa membengkak.

Selain itu, proses KYC manual ini dinilai kesulitan menjangkau penduduk di daerah pelosok, waktu pemrosesan yang lama, bahkan terdapat risiko keamanan seperti potensi pemalsuan identitas atau dokumen calon pelanggan untuk membuat rekening fiktif guna melakukan penyelewengan dana yang sangat berpotensi merugikan Bank.

Berangkat dari permasalahan tesebut, proses KYC manual dinilai kurang efektif, sehingga OJK pun merekomendasikan agar proses KYC Manual diubah menjadi Electronic KYC atau EKYC, yakni proses KYC dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dimana dalam EKYC ini, verifikasi dilakukan secara real-time dan daring (online), tentu saja dengan otorisasi langsung dari calon pelanggan atau nasabah.

 

Saat ini pemanfaatan teknologi EKYC telah berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi Fintech di Indonesia. Dimana EKYC ini dinilai lebih efisien dibandingkan dengan KYC Manual. Dan berikut ini kami telah merangkum.

Manfaat EKYC Bagi Perusahaan Fintech:

Menghindari Pencucian Uang

EKYC dapat meminimalisir pencucian uang (money laundering), alasannya cukup sederhana yakni karena nasabah tidak bisa memalsukan dan memanipulasi data.

EKYC telah diterapkan secara beragam dalam rangka mengantisipasi pemalsuan data nasabah seperti melakukan panggilan video, mengirimkan foto wajah, serta memanfaatkan data kependudukan lewat data EKTP yang kini telah terintegrasi dengan data unik seperti sidik jari dan retina, hingga menggunakan tanda tangan digital. Dengan demikian potensi pemalsuan dan manipulasi data akan dapat dikurangi secara signifikan

 

Biaya yang Lebih Murah

EKYC tidak hanya memangkas biaya besar yang biasa dikeluarkan oleh perusahaan untuk proses verifikasi dan identifikasi calon pelanggan atau nasabah, selain tidak lagi menghabiskan kertas untuk cetak formulir dan biaya transportasi untuk pengiriman dokumen karena semua bisa dilakukan via online, EKYC memungkinkan nasabah untk lebih efisien karena tidak perlu datang ke kantor langsung, menunggu antrian di lokasi, hingga menghabiskan waktu untuk mengisi formulir.

 

Proses Pengenalan Lebih Cepat

EKYC memungkinkan efisiensi pengeluaran, sehingga proses pengenalan calon customer akan lebih cepat dibanding KYC yang dilakukan secara manual.

Layanan EKYC seperti IdentifAI memungkinkan proses KYC yang lebih cepat dan efisien, calon pelanggan atau nasabah hanya perlu mengambil swa foto (selfie), lalu unggah foto tersebut beserta Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui API atau Web Interface, data yang diunggah tersebut kemudian akan dicocokan (matching) dengan database 1:N ke lebih dari 190Juta data kependudukan yang dikelola oleh Dukcapil, setelah itu akan muncul "similarity result" yang akan dijadikan sebagai acuan pada proses verifikasi.

Melalui proses EKYC yang cepat, aman dan mudah, stakeholder perusahaan atau lembaga keuangan dapat menentukan dan mengambil keputusan yang tepat bagi para calon pengguna mereka. Sebaliknya, calon pengguna juga akan mendapatkan kemudahan dan keuntungan di perusahaan atau lembaga tersebut, melalui proses verifikasi dan validasi yang singkat.